Latest News

Tampilkan postingan dengan label Pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

Cabai Rawit Berangsur Turun



BANDARLAMPUNG,FS-Harga Cabai rawit merah beberapa minggu lalu mengalami kenaikan harga hingga Rp130 ribu perkilo, saat ini turun menjadi Rp70 ribu perkilo.

Penurunan harga tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari  Dinas Perdagangan Provinsi Lampung saat melakukan pengecekan langsung ke tiga pasar, dimana lokasi tersebut merupakan sentra bahan pokok di Bandarlampung yakni Pasar Pasir Gintung, Pasar Kangkung dan Pasar Panjang, Kamis (30/3).

"Harga Cabai rawit merah sudah mulai turun, hal ini karena pasokan komoditi tersebut sudah mulai mencukupi kebutuhan masyarakat" ujar

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Provinsi Lampung,Ofrial saat ditemui, Kamis (30/3).

Beberapa kebutuhan pokok yang menjadi perhatian pergerakan harganya, bisa dikatakan relatif normal.

Dari pantauan rata-rata harga cenderung stabil atau masih sama dengan kemarin, tidak ada peningkatan yang begitu signifikan. Untuk beras premium Rp11 ribu/kg, beras asalan Rp8.500,-.

Gula pasir Rp12.500 perkilo, minyak goreng ber merk Rp14ribu per liter, tanpa merk Rp12.500 per kilo, tepung terigu segitiga biru premium Rp8ribu perkilo, Cakra kembar Rp11 ribu, merk kunci Rp10 ribu, daging sapi murni Rp110 ribu perkilo, daging ayam broiler Rp30 ribu, daging ayam kampung Rp62.333,- perkilo.

Telur ayam broiler Rp18.667 /kg, telur ayam kampung Rp 40ribu /kg, cabai merah  keriting Rp18.667, biasa Rp17 ribu, cabai rawit hijau Rp41.333, bawang merah Rp28 ribu, putih Rp32 ribu, susu kental manis bendera Rp9.300 perkaleng ukuran 390 gram, indomilk Rp9.833.

Susu bubuk merk Bendera Rp41.600 perkotak isi 400gram, Dancow Rp40.500, garam beryodium Rp4 ribu perkilo, kedelai impor Rp10 ribu perkilo, kacang hijau Rp20 ribu, kacang tanah Rp22.333 perkilo, mie instant indomie rasa kari ayam Rp2.200 perbungkus, ikan asin teri Rp45 ribu perkilo, ikan kembung Rp35 ribu, ketela pohon Rp3 ribu perkilo, jagung pipilan kering Rp5.833. (IH).

Rabu, 29 Maret 2017

Pasar Smep Masih Terbengkalai

BANDARLAMPUNG, FS - Pemerintah Bandarlampung dituntut berani mengambil sikap tegas kepada PT. Prabu Makmur selaku pengembang pasar smep menyesuaikan dengan memorandum of understanding (Mou).

Pasalnya, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Fery Sulistio alias Alay selaku Direktur PT  Perabu Makmur, tidak mampu menyelesaikan pembangunan pasar smep.

“Pembangunan pasar smep ini jangan sampai merugikan pedagang setempat, mereka (pedagang pasar smep) itu kan warga Bandarlampung. Kalau memang salah pengembangnya, maka kita harus menyalahkan pengembangnya untuk melindungi warga Kota Tapis Berseri,” kata Wakil Wali Kota Bandarlampung, Yusuf Kohar, Rabu, (29/3).

Pemerintah Bandarlampung tidak membutuhkan pembentukan tim untuk membahas pembangunan pasar smep. Karena, semestinya  pemerintah Bandarlampung dapat menyesuaikan dengan memorandum of understanding (Mou) atau klausul awal untuk pembangunan pasar smep.

“Kalau dia (Alay) tidak mau membangun,  berarti pemkot Bandarlampung harus segera mengambil tindakan. Kita kan melakukan pembangunan pasar smep berdasarkan perjanjian klausul hukum, jadi kalau sudah di batalkan, ya dibatalkan, harus mengambil sikap. Kan perjanjian itu sudah ada semua,” tegasnya. (TIM)