Latest News

Tampilkan postingan dengan label Pemkot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkot. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2017

Pemkot Bandarlampung Hamburkan Uang Secara Mubazir

[caption id="attachment_1265" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi (Ist)[/caption]

BANDARLAMPUNG,FS-Pemerintah Bandarlampung seolah menghamburkan anggaran untuk pembangunan pasar tradisional secara bertingkat. Pasalnya para pedagang lebih cenderung memilih berdagang dilantai bawah ketimbang di lantai atas sehingga pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sewa lahan menjadi kurang maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung, Poltak Aritonang, mangatakan bahwa masalah pembangunan pasar tradisional secara bertingkat memang menjadi kelemahan untuk menarik pedagang agar mau berjualan di lantai atas.

“ Hampir rata-rata pedagang  pasti mencari tempat dagangan dilantai dasar, alasannya,  banyak orang atau pengunjung  yang lalu lalang dilantai satu sehingga menjadi lebih ramai.  Namanya pedagang,  pasti mencari titik strategis untuk berdagang,” kata Poltak, Senin (3/4).

Mengatasi masalah itu, Pihaknya mengaku telah memberi masukan dan telah dijalankan oleh pemkot Bandarlampung untuk mengajak pedagang agar mau berjualan dilantas atas. Tetapi, permasalahan disini, para pedagang bersikeras untuk tetap berjualan dilantai dasar.

“Bukan masalah mudah mengatasi pedagang untuk bisa ikut dengan keinginan kita dan itu harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya. (TIM)

Kamis, 30 Maret 2017

Pemkot Janji Bayar Insentif RT

[caption id="attachment_998" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi intensif RT[/caption]

BANDARLAMPUNG, FS-Jeritan ketua rukun tetangga (RT) mendapat balasan baik dari pemerintah Bandarlampung yang berencana akan mencairkan insentif itu yang rencananya akan dibayarkan pada awal Mei mendatang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandarlampung Trisno Andreas mengatakan bahwa pihaknya akan segera membayar insenif RT pada awal Mei.

“Saya harap, seluruh RT untuk sedikit bersabar,” kata Trisno, Kamis (30/3).

Pihaknya akan membayar insentif RT untuk empat bulan lalu yang sempat tertunda di tahun lalu, yakni September, Oktober, November, dan Desember 2016. Selain itu, setiap RT akan menerima Rp4 juta hasil penjumlahan insentif selama empat bulan dengan menganggarkan dana sekitar Rp10 miliar.

’’Kita bayarkan empat bulan dahulu karena kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan lainnya. Bagaimana pun ini sudah merupakan bentuk perhatian pak Wali Kota,” ucap Trisno. (TIM)